Surat ini disusun dalam format yang biasa dipakai di instansi‑instansi pemerintahan, yayasan, atau kepaniteraan hukum di Indonesia. Anda hanya perlu mengganti bagian‑bagian yang berada dalam tanda kurung dengan data yang sebenarnya. Contoh Surat Resmi [ Kop Surat / Logo Instansi atau Organisasi (jika ada) ]

Dengan hormat,

Kepada Yth. Kepala [Nama Lembaga/Instansi] di Tempat

**[Nama Lengkap]** [NIP / NIK] [Posisi / Hubungan dengan Guru] [Nomor Telepon / HP] [Email]

- **Undang‑Undang Nomor 14 Tahun 2005** tentang Guru, Pasal 13 ayat (1) yang menyatakan bahwa guru berhak melaksanakan tugas mengajar secara bebas tanpa tekanan eksternal. - **Undang‑Undang Nomor 13 Tahun 2003** tentang Ketenagakerjaan, Pasal 151 ayat (1) yang melarang pemberian perintah di luar jabatan resmi yang mengakibatkan beban kerja yang tidak semestinya. - **Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005** tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 5 ayat (2) menegaskan bahwa guru tidak boleh dijadikan “jaminan” atau “penanggung” atas urusan keuangan pribadi pihak lain.

5. **Permohonan / Tuntutan**

Berikut ini adalah contoh yang dapat dipakai untuk mengajukan keluhan atau permohonan peninjauan kembali atas kasus “Ibu Guru SD Rela Di‑Setubuhi Demi Bayar Hutang” .

2. **Identitas Guru yang bersangkutan** Nama : **[Nama lengkap Ibu Guru]** NIP : **[Nomor Induk Pegawai]** (jika ada) Sekolah : **[Nama Sekolah Dasar]** Alamat Sekolah : **[Alamat lengkap sekolah]**

4. **Dasar Hukum yang Dilanggar**

Pada tanggal **[tanggal kejadian]**, saya/keluarga/teman‑teman mengetahui bahwa Ibu **[Nama Guru]**, seorang guru kelas **[kelas yang diajar]** di **[Nama Sekolah]**, **telah/di‑setubuhi** (atau “diperintahkan”) untuk **menjadi penjamin/menjadi pihak yang bertanggung jawab** dalam rangka **pelunasan hutang** milik **[nama pihak yang menagih hutang]** sebesar **Rp [jumlah]**.

- Salinan **surat perintah / pernyataan** tanggal **[tanggal]**. - Foto / rekaman **telepon / SMS** yang menunjukkan ancaman. - Saksi‑saksi: **[Nama saksi 1], [Nama saksi 2]** (bersedia memberikan keterangan). - Dokumen lain yang relevan (contoh: slip gaji, kontrak kerja, dsb.).

a. **Melakukan penyelidikan** secara menyeluruh terhadap proses penetapan Ibu **[Nama Guru]** menjadi pihak yang diminta membayar hutang tersebut. b. **Menetapkan** bahwa penetapan tersebut **tidak sah** dan **tidak mengikat secara hukum** terhadap guru yang bersangkutan. c. **Memberikan perlindungan** (misalnya, pernyataan resmi, surat keterangan tidak bersalah, atau jaminan keamanan kerja) kepada Ibu **[Nama Guru]** agar tidak mengalami tindakan intimidasi lebih lanjut. d. **Menindaklanjuti** pihak‑pihak yang memberikan tekanan atau ancaman secara administratif/kriminal sesuai peraturan perundang‑undangan yang berlaku.

Demikian surat pengaduan / permohonan ini kami buat dengan sebenar‑benarnya dan penuh itikad baik. Besar harapan kami agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara adil dan segera, demi menjaga martabat serta profesionalitas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan kita.

Nomor : …/…/…/… Lampiran : – Perihal : Pengaduan / Permohonan Peninjauan Kembali

Sehubungan dengan hal‑hal tersebut di atas, dengan hormat kami memohon kepada **[Nama Lembaga/Instansi]** untuk: