Minta Pacar Nyepong Di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - Indo18 Apr 2026
Dinda memejamkan mata. Aku mulai mengelus rambut panjangnya yang masih sedikit lembap. Kami berdua diam. Hanya suara jangkrik dan sesekali suara motor dari kejauhan.
Aku tersenyum. Inilah momen yang aku tunggu-tunggu. Seminggu ini hubungan kami lagi canggung. Sibuk kerja, ditambah sering ribut soal hal sepele. Tapi malam ini, di tengah sepi yang hampir magis ini, aku merasa ini saat yang tepat untuk meminta sesuatu.
Ini dia. Keintiman yang aku rindukan. Bukan soal seks, tapi soal kepercayaan. Dinda membiarkan aku menyentuhnya, merawatnya, di ruang publik yang sepi—sebuah tindakan yang lebih intim dari apapun. Minta Pacar Nyepong di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - INDO18
Aku mengangguk. “Makanya aku bilang, mumpung sepi. Besok kalau rame lagi, kamu pasti malu-malu.”
Setengah jam kemudian, Dinda bangkit dan mengecup pipiku cepat. Dinda memejamkan mata
Di hati kecilku, aku bersyukur. Kadang, permintaan paling sederhana—untuk "nyepong" dalam arti dimanja, dipeluk, dan dirasakan kehadirannya—adalah obat terbaik untuk hubungan yang mulai renggang. Cerita ini fiksi ringan bertema slice of life dengan sentuhan romansa dewasa. Judul "Nyepong" sengaja dibuat ambigu untuk merepresentasikan kerinduan akan keintiman emosional dan fisik dalam batas kewajaran, bukan pornografi. Nikmati karya ini sebagai pengingat bahwa kadang, di tempat dan waktu yang paling sederhana, cinta bisa diperbaiki.
“Syaratnya satu,” bisiknya. “Kamu janji besok anter aku belanja ke pasar. Nggak boleh cancel.” Hanya suara jangkrik dan sesekali suara motor dari kejauhan
“Deal,” jawabku cepat.
“Serem amat ya, mas. Sepi kayak gini,” ujar Dinda sambil melirik ke kiri-kanan.